Basmallah
Bismillah
Kamis, 27 Desember 2012
MENGAPA ADA ANAK???
Kamis, 29 November 2012
MEMBUNUH TIKUS
“Pertama adalah penyakit pes, penyakit pes merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, sering dibawa oleh hewan pengerat (tikus-red) dan kutu. Pada abad pertengahan, jutaan orang di seluruh Eropa meninggal karena wabah yang diakibatkan oleh kutu tikus yang banyak terdapat di rumah-rumah dan perkantoran. Di negara-negara Asia Tenggara kutu carrier plague (pes) adalah Xenophylla astia. Penyakit ini menular lewat gigitan kutu tikus, gigitan/cakaran binatang yang terinfeksi plague, dan kontak dengan tubuh binatang yang terinfeksi. Biasanya gejala orang yang terjangkit pes akan mengalami : demam, muntah, diare, kondisi bulu yang buruk, lidah membengkak, luka pada mulut (sariawan), dan terdapat kotoran pada mata”, terangnya.
Rabu, 04 Januari 2012
NIKAH USIA MUDA

Isu nikah usia muda sering menjadi polemik & kontroversi dlm masyarakat. Bagaimana hukum Islam memandang kasus sprti ini??
Syariat Islam tdk mengatur/memberikan batasan usia trtentu utk melaksanakan suatu prnikahan. Namun secara implisit syariat menghendaki pihak org yg hendak melakukan prnikahan adl benar-benar org yg sdh siap mental, pisik, & psikis hingga memahami arti pernikahan yg merupakan bagian dr ibadah. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas yaitu org yg blm mencapai baligh bagi pria dan blm mencapai menstruasi (haidh) bagi wanita.
Dalam fiqih Islam ada yg disebut kafa’ah (kesetaraan). Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan & sama sekali bukan mjd syarat dlm akad pernikahan, namun pertimbangan Kafa’ah hanya sekedar sbg anjuran & dorongan agar pernikahan berjalan dgn keserasian & saling pengertian antara kedua belah pihak serta demi langgengnya bahtera rumah tangga. Diantaranya adalah kesetaraan dalam hal ketakwaan.
Ada yg berdalih bahwa nikah muda merupakan tuntunan Nabi SAW yg patut ditiru. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi SAW tdk pernah mendorong & menganjurkan untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Akad pernikahan antara Rosul SAW dgn Sayidah Aisyah RA yg kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tdk bs dijadikan sandaran & dasar pegangan usia pernikahan dgn alasan sbb:
Pertama:
Pernikahan tsb merupakan perintah Alloh SWT, sebagaimana sabda Rosul SAW, “Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dlm mimpi sebanyak 2x, Malaikat membawamu dgn kain sutera nan indah & mengatakan bahwa ini adl istrimu”. (HR. Bukhari & Muslim).
Kedua:
Rosul SAW sendiri sebenarnya tdk berniat utk berumah tangga kalaulah bukan krn desakan para sahabat lain yg diwakili oleh Sayidah Khawlah binti Hakim yg masih merupakan kerabat Rosul SAW, di mn mreka melihat betapa Rosul SAW stlh wafatnya Sayidah Khadijah RA istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dlm mengemban dakwah Islam.
Ketiga:
Pernikahan Rosul SAW dgn Sayidah Aisyah RA mempunyai hikmah penting dlm dakwah & pengembangan ajaran Islam & hukum2nya dlm berbagai aspek kehidupan khususnya yg brkaitan dgn masalah kewanitaan.
Keempat:
Masyarakat Islam (Hijjaz) saat itu sdh terbiasa dgn masalah nikah muda & sdh biasa menerima hal tsb, shg tdk timbul adanya asumsi buruk & negatif dlm masyarakat.
Dlm UU pernikahan di sejumlah negara Arab hampir sama dgn UU Indonesia. Suriah, umpamanya menjelaskan batas usia pernikahan utk pria adl jk telah mencapai 18 thn & utk wanitanya jk sdh berusia 16 thn (UU Pernikahan Suriah, pasal 16).
Seyogyanya apa yg telah dibuat oleh UU hendaknya mendapat dukungan dr semua pihak serta dpt mjd cth baik dgn mengedepankan hal2 yg telah mjd standar dlm syariat & bkn mencari hal2 kontroversi yg mnjadikan org2 mjd brtanya2 bahkan yg lbh parah lg meragukan kebenaran syariat. (Mamby).
Sabtu, 22 Oktober 2011
Id mig33 di hack
Senin, 26 September 2011
Minum Sambil Duduk & Keutamaannya

Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW brsabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri” (HR.Muslim). Syeikh Al-Bani Rahimahullah di dlm kitabnya As-Silsilah Shahihah, beliau lbh cenderung utk melarang seseorang minum sambil brdiri, kecuali dalam keadaan udzur.
Bagi kita, masyarakat Indonesia minum sambil brdiri adalah hal yg sangat lumrah. Hal ini karena trlanjur menjadi kebiasaan yg sulit ditinggalkan. Seringkali kita menganggap remeh hal ini, namun jk tahu keutamaan yg trkandung di dlmnya, barulah kita prcaya bahwa dibalik sunnah pasti ada hikmah yg trkandung di dlmnya.
Tak banyak yg tahu minum sambil brdiri itu bs mengganggu kesehatan, ttpi sdh banyak penelitian bahwa minum sambil brdiri itu sbenarnya sangat brbahaya. Air yg masuk dgn cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adl suatu struktur maskuler (berotot) yg bs membuka (shg air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yg kita minum akan disalurkan pd pos-pos penyaringan yg berada di ginjal. Nah, jika kita minum brdiri, air yg kita minum tanpa disaring lagi, langsung menuju kandung kemih.
Ketika langsung menuju kandung kemih maka tjd pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yg tersisa di ureter, inilah yg bs menyebabkan penyakit kristal ginjal, slh 1 penyakit ginjal yg brbahaya, yakni susah kencing. Rasulullah sbg teladan mempunyai 1 pandangan hidup dan kebiasaan-kebiasaan baik yg trbimbing oleh wahyu, slh 1 nya adl ttg adab minum tadi Rosululloh melarang minum dgn 3 cara, yakni minum dgn berdiri, minum dgn brsandar, dan minum sambil trlentang; hal ini jg brlaku utk adab makan seorang muslim. Seseorang yg menikmati sesuatu dlm keadaan tenang & diam, akan lbh baik bg badan & lbh mudah dlm peredarannya. Bila tdk, akan mengakibatkan keguncangan d dlm perut & merusak siklus peredaran minuman & makanan.
Dgn duduk, lbh bisa mmbuat seseorng tenang drpd brdiri. Org yg minum dgn brdiri, ibarat dia mengajak setan utk ikut minum brsamanya.
Rosululloh pernah melihat seseorg yg minum dgn brdiri, beliau brsabda kpdnya, “Muntahkanlah!”. Org tsb brtanya, “Mengapa ya Rosululloh?”. Rosululloh brsabda, “Maukah kau minum brsama kucing?”. Org tsb mnjawab, “Tidak”. Rosululloh brsabda, “Tapi sdh ada yg ikut minum brsamamu yg lbh jelek drpd itu, yaitu setan”.
Lantas bagaimana posisi yg trbaik ketika kita minum dlm posisi duduk? Sahabat Anas bin Malik pernah mencontohkan cara duduk yg trbaik adl sprti duduk ketika duduk diantara 2 sujud dlm shalat. Sebagaimana yg dilakukan Rosululloh ketika dihadiahi daging kambing. Beliau langsung melipat kakinya & makan. Seorang Badui brtanya, “Duduk apa ini?”. Rosululloh mnjawab, “Sesungguhnya Alloh menjadikan saya hamba yg mulia & tdk pernah mnjadikan saya seorang yg angkuh & sombong” (HR.Ibnu Majah).
Selain itu adl duduk dgn mndirikan kaki kanan & duduk d atas kaki kiri. (Withpras)
(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 56 TH.VII/Juli 2009/Rajab 1430)
Selasa, 23 Agustus 2011
Adab Sahur dan Berbuka Puasa

Puasa bagi sebagian org adl menjalankan ibadah dgn niat utk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu sepanjang waktu yg sudah ditentukan syariat, yaitu sebelum menjelang Subuh hingga menjelang Maghrib. Namun pernahkah kita mengetahui bahwa di dalam menjalankan rukun Islam yg keempat ini terdapat adab-adab yg dituntunkan Rosululloh SAW seputar ibadah puasa? Sebagai umat beliau hendaknya kita meniru apa yg pernah dilakukan beliau ketika berpuasa.
Makan Sahur
Melaksanakan sahur merupakan sunnah mu’akad yg di dlmnya trdapat barokah. Dari Anas bin Malik beliau bersabda: “Makan sahurlah karena sesungguhnya pada makan sahur itu ada barokahnya”.
Oleh karena itu seorang mukmin yg menjalankan puasa Romadhon sangat dianjurkan utk makan sahur & yg lbh baik lg dgn kurma. “Sebaik-baik sahur seorang mukmin adl buah kurma.” (HR. Muslim).
Di sisi lain makan sahur jg utk membedakan antara puasanya umat Rosululloh SAW dgn para ahli kitab sebelumnya sprti yg disabdakannya: “Perbedaan antara puasa kami dgn puasa ahli kitab adl makan sahur”.
Dan yg tdk kalah pentingnya adl dgn mengakhirkan sahur: “Berkah ada pd 3 hal: berjamaah, tsarid, dan makan sahur”.
Dianjurkannya utk mengakhirkan makan sahur berdasarkan hadits Anas dari Zaid bin Tsabit, nabi SAW berkata: “Kami makan sahur bersama Rosululloh dan kemudian beliau bangkit menuju sholat. Aku bertanya: “Berapa jarak antara adzan I dan sahur?” Beliau menjawab: “Kadar 50 ayat”.
Arti dari hadits tersebut di atas kini lbh banyak diistilahkan dgn imsak meskipun istilah tersebut tdk pernah diajarkan Nabi SAW, melainkan dengan kecuali bila adzan fajar dikumandangkan, sbgmana Rosululloh SAW brsabda: “Apabila Bilal mengumandangkan adzan maka makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan”. (HR.Muslim)
Bahkan bagi org yg ketika adzan dikumandangkan masih memegang gelas dan semisal untuk minum diberikan rukhshah khusus bagi sehingga dia boleh meminumnya. Dari Abu Hurairah Rosululloh SAW bersabda: “Jika salah seorang kalian mendengar panggilan sedangkan bejana ada di tangan maka janganlah dia meletakkan hingga menunaikan keinginan dr bejana”.
Namun bilamana seseorang ragu apakah fajar telah terbit atau belum (biasanya kalau tertutup mendung), mk diperbolehkan makan & minum sampai dia yakin bahwa fajar telah terbit. Firman Alloh: “...dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam...” (QS.Al Baqoroh:187)
Berbuka Puasa
Tidak dianjurkan Rosululloh SAW melakukan sholat magrib sebelum membatalkan puasanya terlebih dahulu. Karena tipa org yg berpuasa sangat dianjurkan untuk mempercepat berbuka ketika masuk waktu magrib, dan tidak boleh menunda meski ia merasa masih kuat utk berpuasa seperti yg selalu dilakukan para sahabat: “Para sahabat Muhammad adl org yg paling cepat berbuka & paling lambat sahurnya”. (HR.Muslim)
Disisi lain, mempercepat buka puasa termasuk mencontoh akhlak Rosululloh SAW sebagaimana dlm sabdanya: “tiga hal dr akhlaq kenabian: mempercepat berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam sholat”.(HR.Muslim)
(Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 81 th.IX/Agustus 2011)
Kamis, 28 Juli 2011
MUI Fatwakan Halal 2 Vaksin Meningitis

Setelah ditunggu fatwa kehalalan vaksin meningitis oleh calon jamaah haji, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan 2 vaksin meningitis untuk jamaah haji, yakni buatan Italia dan China sebagai produk halal. Sementara vaksin asal Belgia tetap dinyatakan haram. Sekretaris Jenderal MUI Ichwan Sam mengatakan, sejauh ini terdapat 3 produsen vaksin meningitis yg mengajukan sertifikat halal ke MUI. Mereka adalah Novartis asal Italia, Tianyuan asal China, dan Glaxo Smith Kline (GSK) asal Belgia.
Setelah dilakukan penelitian komprehensif di negara asal ketiga vaksin tsb, MUI memastikan kehalalan vaksin produksi Novartis dan Tianyuan. “Dua hari lalu, MUI telah memutuskan bahwa vaksin meningitis (produksi GSK) yg digunakan untuk jamaah haji selama ini masih haram. Adapun 2 vaksin yg diputus halal, yaitu Novartis dari Italia serta Tianyuan dari China”.
Ichwan mengatakan, MUI secara resmi memang belum mengumumkan fatwa ttg status hukum ketiga vaksin tsb. Rencananya, hr ini MUI akan mengumumkan lbh detail ttg hasil pnelitian mereka mengenai ketiga vaksin meningitis itu. Ichwan berharap, fatwa ttg vaksin meningitis tsb akan diterapkan pd pelaksanaan haji 2010. Artinya, jamaah haji tahun ini diharapkan bisa menggunakan vaksin meningitis yg sdh absah kehalalannya.
Namun, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) awal bulan ini telah menetapkan vaksin produksi GSK dgn merek dagang Mencevax ACW135Y yg akan digunakan utk mengimunisasi 234.000 jamaah haji tahun ini. Keputusan ini diambil mengingat saat itu blm ada vaksin meningitis yg dinyatakan halal, pdhl waktu penyelenggaraan ibadah haji sdh dekat. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Sri Indrawati mengungkapkan, Kemenkes sudah mulai mendistribusikan vaksin meningitis produksi GSK sejak 13Juli2010. “Kami sudah mendistribusikan ke daerah-daerah secara bertahap”, ujarnya.
MUI Medan: Halal tapi Jangan Dipaksakan
Sementara itu, Ketua MUI Sumatra Utara H.Abdullah Syah mengatakan, calon jamaah haji jgn dipaksa jika menolak diberikan vaksin meningitis tdk halal karena akan brpengaruh pd kejiwaan mereka yg akan berangkat ke Mekkah. “Pemberian vaksin meningitis itu hanya kpd calon jamaah haji yg bersedia”, katanya di Medan, Selasa (20/7/2010), ketika diminta komentarnya soal beberapa calon jamaah haji asal kota Medan yg tdk mau dberikan vaksin meningitis sblm berangkat ke Mekkah.
Penolakan pemberian vaksin meningitis itu karena diduga mengandung bahan yg tdk halal dan dilarang dalam ajaran agama Islam. Mereka hanya mau diberikan vaksin meningitis yg halal. Calon jamaah haji yg akan berangkat ke Tanah Suci itu tentunya dlm keadaan bersih dan jangan brcampur dgn yg haram. Wajar bagi calon jamaah asal Kota Medan itu merasa keberatan jk mereka dberikan vaksin meningitis yg tdk bersih.
Namun begitu pemerintah melalui Kementrian Kesehatan seharusnya berupaya menggantikan vaksin meningitis haram dgn yg halal shg calon jamaah haji merasa tenang dalam melaksanakan ibadah haji.
(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 69 TH.VIII/Agustus 2010)Kamis, 23 Juni 2011
Bahaya Minuman Bersoda

Kesenangan manusia kepada kenikmatan dunia kerap kali berujung kepada ketidakpuasan. Pikiran produktif manusia selalu mencari terobosan baru untuk memenuhi hajat manusia, bahkan impian yang hanya ada di kepala pencetusnya. Banyak produk yang asalnya asing dari kehidupan manusia, kemudian seolah dipaksakan akhirnya menjadi terbiasa. Tidak heran jika kemudian makanan ataupun minuman justru berakhir dengan berbagai masalah.
Diantara contoh terbaik adalah minuman bersoda. Minuman ini begitu merata, mulai dari kota hingga desa. Setelah banyak yang ketagihan, masalah pun tiba. Untuk menunjukkan bahayanya minuman bersoda, berikut ini fakta tentang bahaya minuman bersoda:
1. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas, dan kejang otot.
2. Mengandung CO₂ yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya terganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.
3. Mengandung kafein yang menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usus dua belas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.
4. Mengandung zat asam fosfor yang menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, khususnya pada usia pertumbuhan, dimana yang demikian banyak menjadikan keretakan pada tulang.
5. Mengandung senyawa asam fosforik, malik, dan karboik yang menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi.
6. Mengandung zat kimia buatan yang bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan rusaknya fungsi hati.
7. Tuanglah minuman bersoda dalam kloset yang kotor, selang 1 jam kita bersihkan dengan spon, maka kita akan melihat bahwa seluruh belang (bercak-bercak hitam) yang ada telah hilang. Yang demikian itu dikarenakan senyawa asam telah menghilangkannya dengan reaksi yang kuat. Hal ini berlaku juga pada besi yang berkarat, jika minuman bersoda ini dipakai untuk membersihkan benda yang berkarat maka karat itu akan terlepas. Bayangkan efeknya pada usus atau organ tubuh kita??
Itulah beberapa contoh bahayanya minuman bersoda.
Gigi-gigi dan tulang-tulang adalah bagian anggota tubuh yang paling akhir terurai setelah kematian dalam beberapa tahun, akan tetapi air bersoda ini melarutkannya dalam beberapa hari, maka bayangkanlah apa yang mungkin dilakukannya terhadap sel-sel lunak?! Maka berhati-hatilah terhadap minuman bersoda. Kembalilah ke makanan dan minuman alami. Gaya hidup muslim adalah gaya hidup orang sehat.
(Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 72 th. VIII/November 2010)Sabtu, 28 Mei 2011
POSISI TIDUR PENGARUHI KESEHATAN

Rosulullah SAW menganjurkan kita untuk memulai tidur dalam posisi miring ke arah kanan. Kenapa tidur harus miring sebelah kanan, bukan kiri?? Jawaban tepatnya hanya Alloh dan Rosul-Nya yang mengetahui. Namun demikian, marilah kita coba cerna alasan-alasannya dengan ilmu pengetahuan. Berdasarkan tinjauan anatomis dan fisiologis manfaat tidur miring ke sebelah kanan adalah sebagai berikut:
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya umat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktivitas seperti makan, memegang, dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung
Posisi tidur ke sebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jentung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.
3. Mengistirahatkan lambung
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Jika seseorang tidur ke sebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pankreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi
Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap diserap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada di bawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan bisa optimal.
6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah BAB.
7. Mengistirahatkan kaki kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.
(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 69 TH.VIII/Agustus 2010)
Sabtu, 30 April 2011
KESAKSIAN MANTAN JAMAAH NII,, GERAKAN MAKAR UNTUK MEMBENTUK NEGARA ISLAM

Sebut saja namaku Agus, seorang yang haus ilmu agama untuk pencerahan jiwa. Aku kuliah di salah satu perguruan tinggi Islam, dari situ aku berkenalan dengan seorang teman yang menjelaskan kepadaku tentang Al-Qur’an. Dari masjid kampus aku mengenalnya, Heru namanya, pembawaannya sangat kharismatik, cara bicaranya mampu mempengaruhi orang. Ia membawaku pada pemahaman baru tentang Al-Qur’an. Lebih lanjut ia mengajakku untuk ikut dalam pengajian di rumahnya.
Tak ada yang menyimpang dari pengajiannya, bahkan aku yakin banyak yang tidak tahu dengan penafsiran seperti halnya yang diterangkan oleh Heru. Bangsa ini sebenarnya masih berada dalam fase mekkah, tidak wajib untuk membayar zakat, tidak wajib untuk sholat karena menurut mereka ideologi yang kita agungkan bukannya ideologi Islami, Qur’an dan Sunnah melainkan Pancasila yang sebenarnya taghut. Diibaratkan kalau Pancasila itu seperti sesembahannya Bani Israil, yakni sapi betina. Bahkan ciri-cirinya sama persis antara Pancasila dan sapi betina tersebut.
Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 69:
”Mereka berkata, mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dia menerangkan kepada kami apa warnanya. Musa menjawab sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang berwarna kuning, yang kuning tua, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya”.
Penjelasan sapi betina yang diterangkan Al-Qur’an persis seperti lambang negara kita yakni Pancasila, yang berlambang burung garuda. Bukankah burung garuda itu juga berwarna kuning tua atau kecoklatan. Selain itu Pancasila juga menyenangkan bagi orang yang memandangnya karena ideologinya merupakan kesepakatan oleh berbagai pihak. Penafsiran yang dangkal ini tidak aku sadari, perlahan-lahan pemahamanku mulai terbentuk, aku mulai menganggap pamahaman di luarku sebagai kafir dan patut ”diselamatkan”. Waktu itu aku merasa kasihan sebab selama ini mereka dibohongi oleh pemerintah untuk tidak berhukum pada Allah.
Aku mulai intens mengikuti pengajian itu selama beberapa bulan. Ujung-ujung dari pengajian itu, aku harus hijrah dari negara kafir menuju negara Islam sebagaimana metode yang dilakukan Rasulullah. Untuk hijrah ini aku harus menyerahkan jiwa dan raga, sebagaimana sahabat Rasulullah juga berkorban dengan harta mereka. Apalagi untuk menyelamatkan akidah ini, uang tabunganku tiga ratus ribu rupiah rela aku serahkan untuk membersihkan jiwaku dari pemerintahan taghut. Tiba waktunya aku diajak hijrah ke Jakarta dari stasiun kereta api Poncol ke Jatinegara, anehnya sesampai di sana untuk menuju markas jama’ah harus ditutupi dengan kain hitam dan naik mobil kijang. Aku sekilas jadi merasa ragu, jika memang tujuannya benar mengapa memakai cara yang rahasia segala?
Di markas bawah tanah NII, aku bersama beberapa pemuda-pemudi di bai’at untuk masuk dalam gerakan NII, jatidiriku didata, namaku disamarkan, seorang mentor sanggup mempengaruhi seorang remaja putri sampai menangis berurai air mata, akupun juga merasakan keharuan yang serupa, tetapi aku tak sempat menangis. Setelah keluar dari pembai’atan, aku resmi menjadi anggota NII, tetapi rupanya aku seringkali diperas, tiap bulan aku harus menyetor uang yang tidak sedikit untuk diserahkan kepada negara Islam Indonesia yang ternyata adalah Ma’had Al Zaytun, sebuah mega-pesantren se-Asia Tenggara yang berpusat di Hargeulis, Jawa Barat.
Inilah yang membuat aku tidak sreg lagi dan memutuskan untuk keluar, rupanya gerakan untuk membentuk negara Islam ini hanya sekedar kedok, karena menurut sepengetahuanku, uang yang mengalir milyaran itu hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dari Panji Gumilang, pimpinan pesantren Al-Zaitun sekaligus presiden NII komando wilayah IX (menurut penuturan ustadz NII waktu itu). Akhirnya sedapat mungkin aku berusaha untuk keluar dari NII, setiap dapat telepon dari Heru, tak pernah aku jawab, sulit sekali keluar dari jeratan NII, baru beberapa bulan Heru tak pernah kontak dengan aku lagi, barulah aku menyadari kalau aku telah masuk ke dalam aliran sesat.
Eksploitasi Sejarah
Penyimpangan terbesar yang dilakukan oleh Abu Toto atau Panji Gumilang terletak pada penafsiran yang dangkal, ada upaya untuk mengeksploitasi sirah nabawiyah, menyamakan masa sekarang dengan fase Mekkah dan memaknai Pancasila sebagai taghut (berhala) adalah penafsiran yang teramat dangkal. Sedangkan Rasulullah diutus bukan untuk mendirikan negara Islam tetapi menerapkan syari’at Islam tidak perlu membentuk negara Islam.
Kemudian yang terpenting adalah Abu Toto, berani mengutak-atik aturan Allah yang sudah baku dan disesuaikan dengan seleranya. Ia berani mengubah syari’at zakat fitrah, dari 2,5kg menjadi 10kg, atau sebanyak-banyaknya. Selanjutnya Abu Toto mengatakan ” sangat rugi kiranya jika untuk membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs) hanya dihargai oleh 2,5kg beras, karena dosa setahun tidak wajar jika dibersihkan dengan 2,5kg beras , dan sangat ironis jika hanya dengan 3,5 liter beras kita bercita-cita untuk mensejahterakan umat”.
Ngotak-atik Ibadah
Eksploitasi / pemerasan berdalih zakat, tazkiyatun nafs, shadaqah, infaq sabilillah, maupun kaffarat inilah yang menyokong sejumlah pembantu rumah tangga untuk mencuri perhiasan dari majikannya dengan dalih untuk pendirian negara Islam. Bahkan secara tidak sadar mereka terkena motif manipulasi yang sangat merugikan dan meresahkan umat dan merusak ajaran Islam. Dari pihak NII mengklaim sejak tahun 1993-2000 mempunyai anggota sebanyak 60.000 orang / sampai sekarang membengkak menjadi 100.000 orang. Dana dari umat yang disedot oleh NII diperkirakan (satu triliun empat ratus satu milyar dua ratus juta rupiah), sebagaimana yang ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya Aliran Sesat di Indonesia, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk bangunan Al-Zaitun, yang konon mencapai empat triliun rupiah. Al-Zaitun dilengkapi dengan lapangan udara, danau buatan dan tentu saja bangunan super mewah.
Kesesatan di bidang akidah antara lain menganggap Indonesia sama dengan Makkah, shalat di sana sama dengan shalat di Mekkah pra kerasulan Muhammad, mereka mendasarkan pada ayat Al-Anfal ayat 35: ”Shalat mereka di sekitar Baitullah itu lain tidak hanya siulan dan tepuk tangan, maka rasakanlah azab disebabkan oleh kekafiran itu”.
( Dikutip dari Majalah Furqon, edisi 31/ TH.V / Juni 2007)
Sabtu, 26 Maret 2011
WASPADAI MIRAS PADA COKELAT

Siapa yg tak kenal cokelat? Hampir semua orang menyukai makanan yg berwarna coklat itu. Biasanya ia dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti susu, kacang mete, almond, dan hazelnut, sehingga semakin lezat dan menggiurkan. Selama ini apa yang ada dalam benak kita adalah bahwa produk tersebut berasal dari biji cokelat (tanaman), sehingga otomatis halal. Siapa sangka kalau ternyata ada juga yang ditambahkan minuman keras??
Kasus ini dijumpai ketika melakukan survei dan penelitian terhadap produk-produk makanan yang beredar di masyarakat. Di salah satu toko di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta, terdapat berbagai makanan yang dijual secara bebas. Pada counter cokelat dan permen, terdapat berbagai jenis makanan dengan bungkus beraneka warna dan semuanya terlihat menarik.
Ada beberapa jenis cokelat yang diimport dari negara-negara Eropa yang dari ingredientnya terdapat berbagai jenis minuman keras. Misalnya untuk cokelat Irish Lickorize yang diproduksi dari Irlandia, terdapat brandy di dalamnya. Demikian juga dengan cokelat yang lain yang mengandung rhum dan vodka, Khamer.
Tidak jelas benar, apa fungsi minuman keras tersebut di dalam cokelat. Diduga bahan itu digunakan sebagai penghasil aroma dan rasa yang khas yang banyak disukai konsumen. Sebab beberapa jenis minuman keras itu konon memiliki rasa dan aroma yang khas. Juga tidak ada keterangan, apakah minuman itu ditambahkan sebagai pelarut ataukah dicampurkan bersama dengan bahan-bahan yang lainnya.
Minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi seperti vodka (sekitar 20%), rhum (sekitar 20%), dan brandy (sekitar 20%) itu masuk dalam kategori khamer (minuman yang memabukkan). Hukum Islam mengenai produk tersebut kiranya sudah cukup jelas, bahwa ia adalah haram dan tidak boleh dipergunakan, baik untuk diminum, maupun untuk keperluan lainnya. Bahkan ia tetap haram meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit (yang banyaknya haram, maka sedikitnya juga haram).
Memang penggunaan khamer pada produk cokelat ini kemungkinan tidak akan terlalu banyak. Bahkan selama proses, bisa saja alkohol dari minuman keras itu sudah mengalami penguapan. Namum mengingat status khamer tadi, penggunaan sekecil apapun, sudah cukup untuk menyebabkan makanan yang ditambahi khamer itu menjadi haram.
Di beberapa negara, khamer sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Masyarakat tidak bisa dipisahkan oleh keberadaan khamer tersebut. Oleh karena itu, berbagai masakan dan makanan olahan banyak yang ditambahkan minuman yang memabukkan itu. Hal ini dapat dilihat pada masakan-masakan yang menggunakan arak putih, arak merah, atau minuman keras lainnya.
Masalah selera memang sangat erat kaitannya dengan kebiasaan makan dan pola konsumsi suatu masyarakat. Demikian juga jika dari kecil sudah sangat terbiasa dengan minuman keras, maka itulah yang dianggap sebagai makanan yang enak. Boleh saja bangsa lain memperkenalkan rasa makanan dan minumannya kepada kita, tetapi umat Islam memiliki aturan yang jelas mengenai makanan halal dan haram. Oleh karena itu, produk cokelat yang mengandung minuman keras ini perlu kita tolak dan kita hindari.
(Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 72 th. VIII/November 2010)Kamis, 03 Februari 2011
Cukur Kumismu Niscaya Kau Sehat

Rasulullah SAW bersabda: “Cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot” (HR. Bukhari & Muslim).
Kumis adalah rambut yang tumbuh di atas mulut dan berada di bawah hidung. Sebagian kaum lelaki lebih senang memelihara kumis mereka hingga tumbuh lebat dan melintang. Ada yang beranggapan bahwa dengan berkumis tebal maka akan memunculkan kesan yang lebih macho/ gentle. Lalu bagaimana sesungguhnya Islam mengatur kita tentang kumis? Merujuk keterangan Dr. Said bin Ali Wahf al-Qahthani, hukum mencukur kumis adalah wajib. Ini termasuk salah satu sunnah fitrah. Kita dianjurkan untuk mencukur kumis tidak lebih dari 40 hari sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya. Yang dimaksud mencukur kumis adalah memotongnya sependek mungkin. Dengan melakukan hal ini seseorang akan terlihat indah, rapi, dan bersih. Hal ini juga sebagai pembeda dengan orang kafir.
Mengingat posisinya yang berada di bawah hidung dan di atas mulut maka kumis yang tebal bisa terkena kotoran-kotoran mulut dan hidung seperti liur, dahak, ingus, dan sisa makanan. Kotoran-kotoran tersebut akan sangat sulit dihilangkan sehingga dapat menjadi tempat berkembangnya kuman, jamur, serta bakteri. Disamping itu bisa juga menjadi sumber bau tak sedap yang dapat mengganggu pemilik kumis karena bau yang ditimbulkannya. Ia dapat menjadi tempat penularan penyakit ketika si pemilik kumis menguap, bersin, atau ketika membuka mulut untuk berbicara.
Oleh sebab itu bisa dipahami jika Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencukur kumis atau menipiskan kumis sekali seminggu sebagai penyempurnaan kebersihan & kesucian, juga sebagai penenang jiwa. Sebab badan yang kotor dapat menyebabkan kesempitan dan kesusahan. Beliau juga memerintahkan agar kita tak lalai mencukur kumis hingga melewati masa 40 hari. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: “Rasulullah SAW bersabda, telah ditentukan batas waktu bagi kita untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memangkas rambut kemaluan. Jangan sampai kita membiarkannya lebih dari 40 malam (hari)”. (HR. Muslim)
Mencukur kumis berarti menjaga kebersihan mulut yang berfungsi sebagai jalan makanan. Bayangkan jika kumis dibiarkan tidak ditata & tidak dipotong sebagian, maka makanan atau minuman yang masuk akan tersentuh kumis yang belum tentu bersih. Disamping itu dengan mencukur kumis atau memotong sebagian kumis mengisyaratkan kesopanan, kelembutan, dan kerendahan hati tanpa mengurangi kejantanan.
Karena itu keliru kiranya orang yang beranggapan bahwa dengan adanya kumis yang lebat maka menandakan kejantanan. Ada pula yang memanjangkan kumis untuk menambah kesan gagah atau kesombongan, padahal kesombongan jelas dilarang dalam Islam.
(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 73/ TH.VIII/ Desember 2010)Sabtu, 11 Desember 2010
RESEP PENCUCI DOSA DAN OBAT PENYAKIT HATI

Suatu ketika Hasan Basri Rohimakumullah pernah berkata: Pada suatu hari aku mengelilingi lorong kota Bashrah dan pasarnya bersama-sama para ahli ibadah. Di tengah perjalanan, aku bertemu dengan seorang tabib. Dia duduk di kursi yang dihadapannya ada banyak orang untuk berobat, yang semuanya membawa botol berisikan air. Setiap orang dari mereka bermaksud meminta obat yang tepat bagi penyakit yang mereka derita.
Selanjutnya majulah seorang pemuda yang ahli ibadah tersebut kepada sang Tabib, lalu ia berkata : “Wahai Tabib, apakah engkau mempunyai ramuan obat yang dapat membersihkan dosa dan mengobati penyakit hati?”. “Punya”, jawab Tabib tersebut dengan mantab. “Ambillah resep berikut ini”, katanya:
1. Ambillah akar pohon kefakiran dan akar pohon ketawadlu’an.
2. Masukkan akar tobat ke dalamnya.
3. Masukkanlah ketiga unsur itu ke lesung ridha.
4. Tumbuklah sampai halus dengan alu qona’ah.
5. Masukkanlah semua itu dalam panci taqwa.
6. Tuangkan air malu ke dalamnya.
7. Didihkan itu semua ke dalam api mahabbah.
8. Selanjutnya tuangkan semua itu ke dalam mangkuk syukur.
9. Dinginkan apa yang ada dalam mangkok syukur tersebut dengan kipas raja’ (senang dengan adanya karunia Allah).
10. Minumlah semua itu dengan sendok pujian.
”Jika engkau dapat melaksanakannya, maka semua itu akan menyelamatkan dirimu dari jenis penyakit & musibah di dunia & akhirat”, saran sang tabib.
Ya... Kefakiran & ketawadlu’an ibarat sebuah pohon. Sebab keduanya merupakan suatu yang tinggi nilainya di sisi Allah. Adapun akar berfungsi sebagai faktor hidupnya sebuah pohon.
Maknanya adalah carilah faktor-faktor yang bisa menjadikan seseorang yang mampu menerima kefakiran secara ridha & bersikap tawadhu’, sebab keduanya amatlah tinggi nilainya di sisi Allah. Ibnu A’tho berkata: ”tawadhu’ akan memudahkan seseorang menerima kebenaran ”. Termasuk seperti kata Ibnu Abbas, ”kategori tawadhu’ adalah seseorang yang mau minum dari sisa air minum saudaranya sendiri”. Al-Qusyairi berkata, ”kefakiran adalah simbolnya Aulia’ (para wali), permatanya ashfiya’ (orang-orang yang berhati bersih), dan merupakan suatu yang Allah pilihkan untuk hamba-hamba pilihan-Nya dari atqiya’ (orang-orang yang bertaqwa), dan anbiya’ (para nabi). Oleh karena itu untuk mengobati segala penyakit hati yang mendera setiap umat manusia di dunia, mari kita mengobatinya dengan resep-resep tersebut sehingga diri & jiwa kita menjadi bersih.
(Tulisan ini disarikan dari kitab Nashihul Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani).
Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 54/ TH.VII/ Mei 2009/ Jumadil Ula 1430
Minggu, 05 Desember 2010
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP Propionibacterium acne DAN Staphylococcus aureus MULTIRESISTEN
ABSTRAK
Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh empat kelompok besar hama penyakit, yaitu: bakteri, jamur, virus dan parasit. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tumbuhan Piper betle. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada KHM (Kadar Hambat Minimum) 2,5% dengan metode difusi disk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) terhadap Staphylococcus aureus multiresisten dan Propionibacterium acne serta untuk mengetahui senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas tersebut.
Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan penyari etanol 96%. Ekstrak yang didapat kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi padat. Untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT). Bioautografi dilakukan untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sirih yang berkhasiat sebagai antibakteri yang ditunjukkan dengan adanya zona jernih pada media yang telah diinokulasi suspensi bakteri dan ditempeli plat KLT hasil elusi ekstrak etanol daun sirih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus multiresisten dan Propionibacterium acne dengan KBM berturut-turut sebesar 0,5% dan 0,25%. Hasil KLT menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) adalah saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Golongan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus multiresisten kemungkinan merupakan senyawa golongan minyak atsiri dan saponin. Sedangkan golongan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acne kemungkinan merupakan senyawa golongan flavonoid dan polifenol.
Kata kunci : Piper betle L., antibakteri, Staphylococcus aureus multiresisten, Propionibacterium acne, bioautografi.
Sabtu, 04 Desember 2010
DI BALIK KEKUATAN KILATAN PETIR

Hanya kurang dari 1 detik, kekuatan listriknya yang bermuatan lebih dari 20.000 Amper sanggup menerangi rumah lebih dari 3 nulan. Namun selama ini manusia tidak pernah menyadari hikmah luar biasa yang terkandung di dalamnya.
Ketika langit mendung, kadang sering terdengar suara gemuruh yang disusul suara menggelegar dan langit akan terlihat sebuah kilatan lidah api yang menerangi langit, itulah yang dinamakan “petir”. Lalu dari mana asal petir itu? Di dalam firman-Nya, Alloh menjelaskan:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Alloh mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Alloh (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung. Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”. (Q.S An-Nuur: 43)
Di dalam ayat ini jelas-jelas diterangkan bagaimana proses terjadinya petir. Satu kilatan cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfir saat awan mendung. Petir sendiri terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfir yang masih dalam satu awan, antara awan dan permukaan tanah yang paling tinggi. Biasanya kilatan petir terjadi dua sambaran. Pada sambaran pertama bermuatan aliran negatif (-) dari awan ke permukaan tanah. Ketika menyentuh tanah dalam waktu 20 milidetik, maka terbentuklah titik kedua yang akan disambarnya. Arus kedua inilah yang bermuatan positif (+). Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah yang menghasilkan sebuah arus listrik jutaan volt dan mengalir dari dalam jalur kilat utama menuju awan dalam tempo 70 milidetik, dengan kecepatan 150.000 km/detik atau 100.000 kali lebih cepat dari kecepatan suara. Sedangkan energi listriknya menghasilkan panas mencapai 10.000 derajat Celcius. Cahaya ini lebih besar jika dibanding lampu pijar rumah seluruh kota Semarang. Adapun suara guruh secara berurutan disebabkan karena udara yang memuai akibat suhu panas petir dan gesekan kilatan yang bergelombang dari atmosfir.
Di sinilah bukti kekuasaan Alloh yang dijelaskan lewat Al-Qur’an, dimana kekuatan yang super dahsyat dari partikel bermuatan positif dan negatif yang tidak terlihat oleh mata. Lebih jauh lagi molekul-molekul Nitrogen yang muncul dari petir ini sangat penting untuk tumbuhan. Ini berarti petir diciptakan secara sengaja oleh Alloh SWT. Semua kejadian ini sangat erat hubungannya dengan firman-Nya yang berbunyi:
”Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Alloh, (demikian pula) para Malaikat karena takut kepada-Nya, dan Alloh melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Alloh, dan Dia-lah Tuhan yang Maha Keras siksa-Nya”. (Q.S Ar-Ra’ad 12-13)
Dari sini dapat disimpulkan arti ayat ini, bahwa Alloh SWT menciptakan petir bagi manusia sebagai sumber rasa takut jika manusia terkena sambaran ini, dan sebagai harapan yaitu biasanya akan terjadinya hujan. Dia juga menyebutkan guruh yang muncul saat petir menyambar itu bertasbih kepada-Nya. Di sini manusia yang selama ini belum pernah terpikirkan, harus mensyukuri tentang tanda-tanda kekuasaan-Nya, yaitu perasaan takut dan harapan kepada Alloh semakin bertambah serta manfaat bagi manusia seperti timbulnya molekul-molekul Nitrogen. (Imm)
Dikutip dari majalah
Furqon edisi 35/ TH. V / Oktober 2007
Jumat, 12 November 2010
SENYAWA KUMARIN PADA DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.)
1. Tanaman dan Simplisia
a. Taksonomi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Geraniales
Suku : Balsaminaceae
Marga : Impatiens
Jenis : Impatiens balsamina L.
b. Deskripsi:
Habitat : Tumbuhan ini berupa herba tegak berbatang basah, yang tingginya ± 80 cm.
Akar : Terna ini berakar serabut.
Batang : Tinggi tanaman ini bisa mencapai satu meter berbatang basah, lunak, bulat, bercabang,warna hijau kekuningan yang tebal. Arah tumbuhnya tegak, percabangannya monopodial.
Daun : Daunnya tunggal, tersebar, berhadapan, atau dalam karangan. Bentuk daun lanset memanjang, tepi daunnya bergerigi, ujung meruncing, tulang daun menyirip. Warna daun hijau muda tanpa daun penumpu, jika ada daun penumpu bentuknya kelenjar. Bagian bawah membentuk roset akar. Tulang daun menyirip. Luas daunnya sekitar 2 sampai 4 inchi. Pangkal daun bergerigi tajam, runcing. Duduk daun spiral (daun muncul dari batang mengikuti arah spiral) dan berhadapan.
Bunga : Tanaman ini memiliki aneka macam warana bunga. ada yang putih, merah, ungu, kuning, jingga, dll. Jika pacar air yang berbeda warna disilangkan, maka akan terbentuk keturunan yang beraneka ragam. Bunga zygomorph, berkelamin 2, di ketiak. Daun kelopak 3 atau 5, lepas atau sebagian melekat, bertaji. Daun kelopak samping berbentuk corong miring, berwarna, dan terdapat noda kuning di dalamnya. Sedikit di atas pangkal daun mahkota memanjang menjadi taji dengan panjang 0,2-2 cm. Daun mahkota 5, lepas. Daun mahkota samping berbentuk jantung terbalik dengan panjang 2-2,5 cm, yang 2 bersatu dengan kuku, yang lain lepas tidak berkuku dan lebih pendek. Ada 5 benangsari dengan tangkai sari yang pendek, lepas, agak bersatu. Kepala sarinya bersatu membentuk tudung putih. Bunga terkumpul 1-3. Setiap tangkai hanya berbunga 1 dan tangkainya tidak beruas. Memiliki 5 kepala putik.
Buah : Buah kecil-kecil bentuk kapsul. Bakal buah menumpang, beruang 4-5. Dalam satu ruangan tersebut terdapat dua atau lebih bakal biji. Buah membuka kenyal dan termasuk buah batu dengan 5 inti. Bentuk buah elliptis, pecah menurut ruang secara kenyal.
Biji : Benihnya endospermic. Embrio akan mengalami diferensiasi.
Sebaran dunia: Tanaman ini berasal dari Asia Selatan (India) dan Asia Tenggara. Diperkenalkan di Amerika sekitar abad 19. Di Indonesia, tanaman ini tersebar merata dan dipakai sebagai tanaman hias.
Sinonim : Impatiens cornuta, Linn. Impatiens hortensis, Desf. Impatiens mutila, D.C. I.triflora Blanco Balsamina mutila, DC.
(Zainab dan Sumiwi, 2007).
2. Kandungan Kimia
a. Nama Senyawa: Kumarin
b. Struktur Senyawa Kumarin

c. Termasuk Golongan senyawa fenol.
d. Jalur Biosintesis:
Kumarin adalah senyawa fenol yang pada umumnya berasal dari tumbuhan tinggi dan jarang sekali ditemukan pada mikroorganisme. Dari segi biogenetik, kerangka benzopiran-2-on dari kumarin berasal dari asam-asam sinamat, melalui orto-hidroksilasi. Asam orto-kumarat yang dihasilkan setelah menjalani isomerisasi cis-trans, menjalani kondensasi.
Penelitian mengenai biosintesis kumarin pada beberapa jenis tumbuhan ternyata mendukung biosintesa ini. Walaupun demikian, mekanisme dari sebagian besar tahap-tahap reaksi tersebut masih belum jelas. Misalnya reaksi isomerisasi cis-trans dari asam orto-hidroksikumarat mungkin berlangsung dengan katalis enzim atau melalui proses fotokimia atau suatu proses reduksi-dehidrogenasi yang beruntun.
e. Sifat Fisika dan Kimia:
1) Titik leleh 199-201 ºC.
2) Massa relatif 192 dengan rumus molekul C10H8O4 (Adfa, 2006).
3. Efek in vitro/ Farmakologi
Senyawa murni hasil isolasi (1,4-naftoquinon yang tersubstitusi gugus metoksi) memperlihatkan aktivitas antibakteri 0,5-0,6 kali tetrasiklin terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus (Adfa, 2007).
Telah dilakukan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.) dengan menggunakan metode induksi edema oleh karagenan pada kaki tikus putih jantan. Ekstrak etanol pacar air diberikan per oral dengan dosis 250, 500, dan 1000 mg/Kg BB. Indometasin 10 mg/Kg BB digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga dosis ekstrak memiliki aktivitas antiinflamasi yang berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol. Persentase inhibisi radang rata-rata dibandingkan terhadap kontrol negatif sebesar 49,05, 26,8, dan 40,90% masing-masing untuk ekstrak dosis 250, 500, dan 1000 mg/Kg, dan 69,33%untuk indometasin 10 mg/Kg (Sumiwi, 2007).
4. Analisis
a. Ekstraksi dan Isolasi
Sebanyak 3 kg sampel daun segar Impatiens balsamina L. dimaserasi dengan metanol 10 L selama 5 hari, kemudian difraksinasi dengan heksana dan dilanjutkan dengan etil asetat. Sebanyak 10 g ekstrak etil asetat dikromatografi kolom menggunakan fasa diam silika gel dan eluen n-heksana, kloroform, etil asetat, metanol dengan sistem step gradient polarity. Didapat 5 fraksi, fraksi IV dilanjutkan dengan KLT preparatif menggunakan silika gel G. Noda yang berfluoresensi biru dikerok lalu direndam dengan metanol selama 1 malam, disaring dan dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator, dilanjutkan dengan rekristalisasi menggunakan kloroform : n-heksana didapat amorf kuning seberat 6 mg dengan titik leleh 199-201ºC. Setelah dilakukan kromatografi lapisan tipis dengan pengungkap noda lampu UV 365 nm serta disemprot dengan NaOH 10% dalam metanol, memperlihatkan 1 noda biru terang, selanjutnya dengan uap I2 tetap 1 noda (Adfa, 2006).
b. Kualitatif dan Kuantitatif
Analisis kualitatif metabolit sekunder kultur sel pacar dilakukan terhadap kandungan naftokinon, flavonoid, kumarin dan saponin dengan metode kromatografi lapis tipis. Analisis kuantitatif kandungan kumarin dalam kultur suspensi sel dilakukan dengan metode TLC Scanner (Zainab, 2007).
c. Standarisasi
Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia yang spesifik adalah, serbuk sari berbentuk oval, rambut penutup multiseluler, kalsium oksalat rapida, dan papilla. Hasil karakteristik serbuk simplisia bunga pacar air merah diperoleh kadar air 9,31%, Kadar sari yang larut dalam air 19,62%, kadar sari yang larut dalam etanol 12,80%, Kadar abu total 1,14%, dan kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,25% (Anonim, 2007).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2007, Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Senyawa Antosianin dari Bunga Tanaman Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.), (online), (http://gradienfmipaunib.files.wordpress.com/2008/07/morina2.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Adfa, M., 2006, 6-Metoksi, 7-Hidroksi Kumarin dari Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) Berwarna Merah, (online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17037/6/Abstract.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Adfa, M., 2007, Senyawa Antibakteri dari Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.), (online),
(http://gradienfmipaunib.files.wordpress.com/2008/07/morina-adfa-edit.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Lenny, S., 2006, Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida, dan Alkaloida, (online),
(http://library.usu.ac.id/download/fmipa/06003489.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Sumiwi, S. A., 2007, Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Tanaman Pacar Air (Impatiens balsamina L.), (online), (http://farmasi.unpad.ac.id/farmaka/v3n2/sriadi.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Zainab, dan Sumiwi, S. A., 2007, Impatiens balsamina (Pacar Air), (online), (http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_pacar_air_%28impatiens_balsamina%29.pdf, diakses 20 Mei 2010).
Zainab, 2007, Pengaruh Ion Tembaga dan Kobalt terhadap Kandungan Kumarin dan Profil Kromatogram Lapis Tipis Metabolit Sekunder Kultur Sel Pacar Air (Impatiens balsamina L.), (online), (http://arc.ugm.ac.id/files/Abst_%283571-H-2007%29.pdf, diakses 20 Mei 2010).


