Basmallah

Basmallah
Bismillah

Kamis, 23 Juni 2011

Bahaya Minuman Bersoda

Kesenangan manusia kepada kenikmatan dunia kerap kali berujung kepada ketidakpuasan. Pikiran produktif manusia selalu mencari terobosan baru untuk memenuhi hajat manusia, bahkan impian yang hanya ada di kepala pencetusnya. Banyak produk yang asalnya asing dari kehidupan manusia, kemudian seolah dipaksakan akhirnya menjadi terbiasa. Tidak heran jika kemudian makanan ataupun minuman justru berakhir dengan berbagai masalah.

Diantara contoh terbaik adalah minuman bersoda. Minuman ini begitu merata, mulai dari kota hingga desa. Setelah banyak yang ketagihan, masalah pun tiba. Untuk menunjukkan bahayanya minuman bersoda, berikut ini fakta tentang bahaya minuman bersoda:

1. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas, dan kejang otot.

2. Mengandung CO yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya terganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.

3. Mengandung kafein yang menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usus dua belas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.

4. Mengandung zat asam fosfor yang menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, khususnya pada usia pertumbuhan, dimana yang demikian banyak menjadikan keretakan pada tulang.

5. Mengandung senyawa asam fosforik, malik, dan karboik yang menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi.

6. Mengandung zat kimia buatan yang bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan rusaknya fungsi hati.

7. Tuanglah minuman bersoda dalam kloset yang kotor, selang 1 jam kita bersihkan dengan spon, maka kita akan melihat bahwa seluruh belang (bercak-bercak hitam) yang ada telah hilang. Yang demikian itu dikarenakan senyawa asam telah menghilangkannya dengan reaksi yang kuat. Hal ini berlaku juga pada besi yang berkarat, jika minuman bersoda ini dipakai untuk membersihkan benda yang berkarat maka karat itu akan terlepas. Bayangkan efeknya pada usus atau organ tubuh kita??

Itulah beberapa contoh bahayanya minuman bersoda.

Gigi-gigi dan tulang-tulang adalah bagian anggota tubuh yang paling akhir terurai setelah kematian dalam beberapa tahun, akan tetapi air bersoda ini melarutkannya dalam beberapa hari, maka bayangkanlah apa yang mungkin dilakukannya terhadap sel-sel lunak?! Maka berhati-hatilah terhadap minuman bersoda. Kembalilah ke makanan dan minuman alami. Gaya hidup muslim adalah gaya hidup orang sehat.

(Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 72 th. VIII/November 2010)

Sabtu, 28 Mei 2011

POSISI TIDUR PENGARUHI KESEHATAN

Rosulullah SAW menganjurkan kita untuk memulai tidur dalam posisi miring ke arah kanan. Kenapa tidur harus miring sebelah kanan, bukan kiri?? Jawaban tepatnya hanya Alloh dan Rosul-Nya yang mengetahui. Namun demikian, marilah kita coba cerna alasan-alasannya dengan ilmu pengetahuan. Berdasarkan tinjauan anatomis dan fisiologis manfaat tidur miring ke sebelah kanan adalah sebagai berikut:


1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri

Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya umat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktivitas seperti makan, memegang, dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung

Posisi tidur ke sebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jentung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

3. Mengistirahatkan lambung

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Jika seseorang tidur ke sebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas

Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pankreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi

Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap diserap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada di bawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan bisa optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB)

Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah BAB.

7. Mengistirahatkan kaki kiri

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 69 TH.VIII/Agustus 2010)

Sabtu, 30 April 2011

KESAKSIAN MANTAN JAMAAH NII,, GERAKAN MAKAR UNTUK MEMBENTUK NEGARA ISLAM

Sebut saja namaku Agus, seorang yang haus ilmu agama untuk pencerahan jiwa. Aku kuliah di salah satu perguruan tinggi Islam, dari situ aku berkenalan dengan seorang teman yang menjelaskan kepadaku tentang Al-Qur’an. Dari masjid kampus aku mengenalnya, Heru namanya, pembawaannya sangat kharismatik, cara bicaranya mampu mempengaruhi orang. Ia membawaku pada pemahaman baru tentang Al-Qur’an. Lebih lanjut ia mengajakku untuk ikut dalam pengajian di rumahnya.

Tak ada yang menyimpang dari pengajiannya, bahkan aku yakin banyak yang tidak tahu dengan penafsiran seperti halnya yang diterangkan oleh Heru. Bangsa ini sebenarnya masih berada dalam fase mekkah, tidak wajib untuk membayar zakat, tidak wajib untuk sholat karena menurut mereka ideologi yang kita agungkan bukannya ideologi Islami, Qur’an dan Sunnah melainkan Pancasila yang sebenarnya taghut. Diibaratkan kalau Pancasila itu seperti sesembahannya Bani Israil, yakni sapi betina. Bahkan ciri-cirinya sama persis antara Pancasila dan sapi betina tersebut.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 69:

”Mereka berkata, mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dia menerangkan kepada kami apa warnanya. Musa menjawab sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang berwarna kuning, yang kuning tua, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya”.

Penjelasan sapi betina yang diterangkan Al-Qur’an persis seperti lambang negara kita yakni Pancasila, yang berlambang burung garuda. Bukankah burung garuda itu juga berwarna kuning tua atau kecoklatan. Selain itu Pancasila juga menyenangkan bagi orang yang memandangnya karena ideologinya merupakan kesepakatan oleh berbagai pihak. Penafsiran yang dangkal ini tidak aku sadari, perlahan-lahan pemahamanku mulai terbentuk, aku mulai menganggap pamahaman di luarku sebagai kafir dan patut ”diselamatkan”. Waktu itu aku merasa kasihan sebab selama ini mereka dibohongi oleh pemerintah untuk tidak berhukum pada Allah.

Aku mulai intens mengikuti pengajian itu selama beberapa bulan. Ujung-ujung dari pengajian itu, aku harus hijrah dari negara kafir menuju negara Islam sebagaimana metode yang dilakukan Rasulullah. Untuk hijrah ini aku harus menyerahkan jiwa dan raga, sebagaimana sahabat Rasulullah juga berkorban dengan harta mereka. Apalagi untuk menyelamatkan akidah ini, uang tabunganku tiga ratus ribu rupiah rela aku serahkan untuk membersihkan jiwaku dari pemerintahan taghut. Tiba waktunya aku diajak hijrah ke Jakarta dari stasiun kereta api Poncol ke Jatinegara, anehnya sesampai di sana untuk menuju markas jama’ah harus ditutupi dengan kain hitam dan naik mobil kijang. Aku sekilas jadi merasa ragu, jika memang tujuannya benar mengapa memakai cara yang rahasia segala?

Di markas bawah tanah NII, aku bersama beberapa pemuda-pemudi di bai’at untuk masuk dalam gerakan NII, jatidiriku didata, namaku disamarkan, seorang mentor sanggup mempengaruhi seorang remaja putri sampai menangis berurai air mata, akupun juga merasakan keharuan yang serupa, tetapi aku tak sempat menangis. Setelah keluar dari pembai’atan, aku resmi menjadi anggota NII, tetapi rupanya aku seringkali diperas, tiap bulan aku harus menyetor uang yang tidak sedikit untuk diserahkan kepada negara Islam Indonesia yang ternyata adalah Ma’had Al Zaytun, sebuah mega-pesantren se-Asia Tenggara yang berpusat di Hargeulis, Jawa Barat.

Inilah yang membuat aku tidak sreg lagi dan memutuskan untuk keluar, rupanya gerakan untuk membentuk negara Islam ini hanya sekedar kedok, karena menurut sepengetahuanku, uang yang mengalir milyaran itu hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dari Panji Gumilang, pimpinan pesantren Al-Zaitun sekaligus presiden NII komando wilayah IX (menurut penuturan ustadz NII waktu itu). Akhirnya sedapat mungkin aku berusaha untuk keluar dari NII, setiap dapat telepon dari Heru, tak pernah aku jawab, sulit sekali keluar dari jeratan NII, baru beberapa bulan Heru tak pernah kontak dengan aku lagi, barulah aku menyadari kalau aku telah masuk ke dalam aliran sesat.

Eksploitasi Sejarah

Penyimpangan terbesar yang dilakukan oleh Abu Toto atau Panji Gumilang terletak pada penafsiran yang dangkal, ada upaya untuk mengeksploitasi sirah nabawiyah, menyamakan masa sekarang dengan fase Mekkah dan memaknai Pancasila sebagai taghut (berhala) adalah penafsiran yang teramat dangkal. Sedangkan Rasulullah diutus bukan untuk mendirikan negara Islam tetapi menerapkan syari’at Islam tidak perlu membentuk negara Islam.

Kemudian yang terpenting adalah Abu Toto, berani mengutak-atik aturan Allah yang sudah baku dan disesuaikan dengan seleranya. Ia berani mengubah syari’at zakat fitrah, dari 2,5kg menjadi 10kg, atau sebanyak-banyaknya. Selanjutnya Abu Toto mengatakan ” sangat rugi kiranya jika untuk membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs) hanya dihargai oleh 2,5kg beras, karena dosa setahun tidak wajar jika dibersihkan dengan 2,5kg beras , dan sangat ironis jika hanya dengan 3,5 liter beras kita bercita-cita untuk mensejahterakan umat”.

Ngotak-atik Ibadah

Eksploitasi / pemerasan berdalih zakat, tazkiyatun nafs, shadaqah, infaq sabilillah, maupun kaffarat inilah yang menyokong sejumlah pembantu rumah tangga untuk mencuri perhiasan dari majikannya dengan dalih untuk pendirian negara Islam. Bahkan secara tidak sadar mereka terkena motif manipulasi yang sangat merugikan dan meresahkan umat dan merusak ajaran Islam. Dari pihak NII mengklaim sejak tahun 1993-2000 mempunyai anggota sebanyak 60.000 orang / sampai sekarang membengkak menjadi 100.000 orang. Dana dari umat yang disedot oleh NII diperkirakan (satu triliun empat ratus satu milyar dua ratus juta rupiah), sebagaimana yang ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya Aliran Sesat di Indonesia, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk bangunan Al-Zaitun, yang konon mencapai empat triliun rupiah. Al-Zaitun dilengkapi dengan lapangan udara, danau buatan dan tentu saja bangunan super mewah.

Kesesatan di bidang akidah antara lain menganggap Indonesia sama dengan Makkah, shalat di sana sama dengan shalat di Mekkah pra kerasulan Muhammad, mereka mendasarkan pada ayat Al-Anfal ayat 35: ”Shalat mereka di sekitar Baitullah itu lain tidak hanya siulan dan tepuk tangan, maka rasakanlah azab disebabkan oleh kekafiran itu”.

Nah, semoga pengakuan saya ini menjadi pelajaran yang berharga bagi para pembaca.

( Dikutip dari Majalah Furqon, edisi 31/ TH.V / Juni 2007)

Sabtu, 26 Maret 2011

WASPADAI MIRAS PADA COKELAT

Siapa yg tak kenal cokelat? Hampir semua orang menyukai makanan yg berwarna coklat itu. Biasanya ia dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti susu, kacang mete, almond, dan hazelnut, sehingga semakin lezat dan menggiurkan. Selama ini apa yang ada dalam benak kita adalah bahwa produk tersebut berasal dari biji cokelat (tanaman), sehingga otomatis halal. Siapa sangka kalau ternyata ada juga yang ditambahkan minuman keras??

Kasus ini dijumpai ketika melakukan survei dan penelitian terhadap produk-produk makanan yang beredar di masyarakat. Di salah satu toko di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta, terdapat berbagai makanan yang dijual secara bebas. Pada counter cokelat dan permen, terdapat berbagai jenis makanan dengan bungkus beraneka warna dan semuanya terlihat menarik.

Ada beberapa jenis cokelat yang diimport dari negara-negara Eropa yang dari ingredientnya terdapat berbagai jenis minuman keras. Misalnya untuk cokelat Irish Lickorize yang diproduksi dari Irlandia, terdapat brandy di dalamnya. Demikian juga dengan cokelat yang lain yang mengandung rhum dan vodka, Khamer.

Tidak jelas benar, apa fungsi minuman keras tersebut di dalam cokelat. Diduga bahan itu digunakan sebagai penghasil aroma dan rasa yang khas yang banyak disukai konsumen. Sebab beberapa jenis minuman keras itu konon memiliki rasa dan aroma yang khas. Juga tidak ada keterangan, apakah minuman itu ditambahkan sebagai pelarut ataukah dicampurkan bersama dengan bahan-bahan yang lainnya.

Minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi seperti vodka (sekitar 20%), rhum (sekitar 20%), dan brandy (sekitar 20%) itu masuk dalam kategori khamer (minuman yang memabukkan). Hukum Islam mengenai produk tersebut kiranya sudah cukup jelas, bahwa ia adalah haram dan tidak boleh dipergunakan, baik untuk diminum, maupun untuk keperluan lainnya. Bahkan ia tetap haram meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit (yang banyaknya haram, maka sedikitnya juga haram).

Memang penggunaan khamer pada produk cokelat ini kemungkinan tidak akan terlalu banyak. Bahkan selama proses, bisa saja alkohol dari minuman keras itu sudah mengalami penguapan. Namum mengingat status khamer tadi, penggunaan sekecil apapun, sudah cukup untuk menyebabkan makanan yang ditambahi khamer itu menjadi haram.

Di beberapa negara, khamer sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Masyarakat tidak bisa dipisahkan oleh keberadaan khamer tersebut. Oleh karena itu, berbagai masakan dan makanan olahan banyak yang ditambahkan minuman yang memabukkan itu. Hal ini dapat dilihat pada masakan-masakan yang menggunakan arak putih, arak merah, atau minuman keras lainnya.

Masalah selera memang sangat erat kaitannya dengan kebiasaan makan dan pola konsumsi suatu masyarakat. Demikian juga jika dari kecil sudah sangat terbiasa dengan minuman keras, maka itulah yang dianggap sebagai makanan yang enak. Boleh saja bangsa lain memperkenalkan rasa makanan dan minumannya kepada kita, tetapi umat Islam memiliki aturan yang jelas mengenai makanan halal dan haram. Oleh karena itu, produk cokelat yang mengandung minuman keras ini perlu kita tolak dan kita hindari.

(Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 72 th. VIII/November 2010)

Kamis, 03 Februari 2011

Cukur Kumismu Niscaya Kau Sehat

Rasulullah SAW bersabda: “Cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot” (HR. Bukhari & Muslim).

Kumis adalah rambut yang tumbuh di atas mulut dan berada di bawah hidung. Sebagian kaum lelaki lebih senang memelihara kumis mereka hingga tumbuh lebat dan melintang. Ada yang beranggapan bahwa dengan berkumis tebal maka akan memunculkan kesan yang lebih macho/ gentle. Lalu bagaimana sesungguhnya Islam mengatur kita tentang kumis? Merujuk keterangan Dr. Said bin Ali Wahf al-Qahthani, hukum mencukur kumis adalah wajib. Ini termasuk salah satu sunnah fitrah. Kita dianjurkan untuk mencukur kumis tidak lebih dari 40 hari sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya. Yang dimaksud mencukur kumis adalah memotongnya sependek mungkin. Dengan melakukan hal ini seseorang akan terlihat indah, rapi, dan bersih. Hal ini juga sebagai pembeda dengan orang kafir.

Mengingat posisinya yang berada di bawah hidung dan di atas mulut maka kumis yang tebal bisa terkena kotoran-kotoran mulut dan hidung seperti liur, dahak, ingus, dan sisa makanan. Kotoran-kotoran tersebut akan sangat sulit dihilangkan sehingga dapat menjadi tempat berkembangnya kuman, jamur, serta bakteri. Disamping itu bisa juga menjadi sumber bau tak sedap yang dapat mengganggu pemilik kumis karena bau yang ditimbulkannya. Ia dapat menjadi tempat penularan penyakit ketika si pemilik kumis menguap, bersin, atau ketika membuka mulut untuk berbicara.

Oleh sebab itu bisa dipahami jika Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencukur kumis atau menipiskan kumis sekali seminggu sebagai penyempurnaan kebersihan & kesucian, juga sebagai penenang jiwa. Sebab badan yang kotor dapat menyebabkan kesempitan dan kesusahan. Beliau juga memerintahkan agar kita tak lalai mencukur kumis hingga melewati masa 40 hari. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: “Rasulullah SAW bersabda, telah ditentukan batas waktu bagi kita untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memangkas rambut kemaluan. Jangan sampai kita membiarkannya lebih dari 40 malam (hari)”. (HR. Muslim)

Mencukur kumis berarti menjaga kebersihan mulut yang berfungsi sebagai jalan makanan. Bayangkan jika kumis dibiarkan tidak ditata & tidak dipotong sebagian, maka makanan atau minuman yang masuk akan tersentuh kumis yang belum tentu bersih. Disamping itu dengan mencukur kumis atau memotong sebagian kumis mengisyaratkan kesopanan, kelembutan, dan kerendahan hati tanpa mengurangi kejantanan.

Karena itu keliru kiranya orang yang beranggapan bahwa dengan adanya kumis yang lebat maka menandakan kejantanan. Ada pula yang memanjangkan kumis untuk menambah kesan gagah atau kesombongan, padahal kesombongan jelas dilarang dalam Islam.

(Dikutip dari Majalah Islam Furqon edisi 73/ TH.VIII/ Desember 2010)

Sabtu, 11 Desember 2010

RESEP PENCUCI DOSA DAN OBAT PENYAKIT HATI

Suatu ketika Hasan Basri Rohimakumullah pernah berkata: Pada suatu hari aku mengelilingi lorong kota Bashrah dan pasarnya bersama-sama para ahli ibadah. Di tengah perjalanan, aku bertemu dengan seorang tabib. Dia duduk di kursi yang dihadapannya ada banyak orang untuk berobat, yang semuanya membawa botol berisikan air. Setiap orang dari mereka bermaksud meminta obat yang tepat bagi penyakit yang mereka derita.

Selanjutnya majulah seorang pemuda yang ahli ibadah tersebut kepada sang Tabib, lalu ia berkata : “Wahai Tabib, apakah engkau mempunyai ramuan obat yang dapat membersihkan dosa dan mengobati penyakit hati?”. “Punya”, jawab Tabib tersebut dengan mantab. “Ambillah resep berikut ini”, katanya:

1. Ambillah akar pohon kefakiran dan akar pohon ketawadlu’an.

2. Masukkan akar tobat ke dalamnya.

3. Masukkanlah ketiga unsur itu ke lesung ridha.

4. Tumbuklah sampai halus dengan alu qona’ah.

5. Masukkanlah semua itu dalam panci taqwa.

6. Tuangkan air malu ke dalamnya.

7. Didihkan itu semua ke dalam api mahabbah.

8. Selanjutnya tuangkan semua itu ke dalam mangkuk syukur.

9. Dinginkan apa yang ada dalam mangkok syukur tersebut dengan kipas raja’ (senang dengan adanya karunia Allah).

10. Minumlah semua itu dengan sendok pujian.

”Jika engkau dapat melaksanakannya, maka semua itu akan menyelamatkan dirimu dari jenis penyakit & musibah di dunia & akhirat”, saran sang tabib.

Ya... Kefakiran & ketawadlu’an ibarat sebuah pohon. Sebab keduanya merupakan suatu yang tinggi nilainya di sisi Allah. Adapun akar berfungsi sebagai faktor hidupnya sebuah pohon.

Maknanya adalah carilah faktor-faktor yang bisa menjadikan seseorang yang mampu menerima kefakiran secara ridha & bersikap tawadhu’, sebab keduanya amatlah tinggi nilainya di sisi Allah. Ibnu A’tho berkata: ”tawadhu’ akan memudahkan seseorang menerima kebenaran ”. Termasuk seperti kata Ibnu Abbas, ”kategori tawadhu’ adalah seseorang yang mau minum dari sisa air minum saudaranya sendiri”. Al-Qusyairi berkata, ”kefakiran adalah simbolnya Aulia’ (para wali), permatanya ashfiya’ (orang-orang yang berhati bersih), dan merupakan suatu yang Allah pilihkan untuk hamba-hamba pilihan-Nya dari atqiya’ (orang-orang yang bertaqwa), dan anbiya’ (para nabi). Oleh karena itu untuk mengobati segala penyakit hati yang mendera setiap umat manusia di dunia, mari kita mengobatinya dengan resep-resep tersebut sehingga diri & jiwa kita menjadi bersih.

(Tulisan ini disarikan dari kitab Nashihul Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani).

Sumber: Majalah Islam Furqon edisi 54/ TH.VII/ Mei 2009/ Jumadil Ula 1430

Minggu, 05 Desember 2010

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP Propionibacterium acne DAN Staphylococcus aureus MULTIRESISTEN



ABSTRAK

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh empat kelompok besar hama penyakit, yaitu: bakteri, jamur, virus dan parasit. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tumbuhan Piper betle. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada KHM (Kadar Hambat Minimum) 2,5% dengan metode difusi disk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) terhadap Staphylococcus aureus multiresisten dan Propionibacterium acne serta untuk mengetahui senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas tersebut.

Daun sirih diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan penyari etanol 96%. Ekstrak yang didapat kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi padat. Untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT). Bioautografi dilakukan untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sirih yang berkhasiat sebagai antibakteri yang ditunjukkan dengan adanya zona jernih pada media yang telah diinokulasi suspensi bakteri dan ditempeli plat KLT hasil elusi ekstrak etanol daun sirih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus multiresisten dan Propionibacterium acne dengan KBM berturut-turut sebesar 0,5% dan 0,25%. Hasil KLT menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) adalah saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Golongan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus multiresisten kemungkinan merupakan senyawa golongan minyak atsiri dan saponin. Sedangkan golongan senyawa dari ekstrak etanol daun sirih yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acne kemungkinan merupakan senyawa golongan flavonoid dan polifenol.

Kata kunci : Piper betle L., antibakteri, Staphylococcus aureus multiresisten, Propionibacterium acne, bioautografi.

Assalamu'alaykum... Ahlan wa Sahlan.. Silahkan dibaca, jgn lupa dikasi comment ya? ^_^